Selamat Datang Rakan dan Semoga Bermanfaat.

Tuesday, September 13, 2016

Hukum-hukum Rukhshah

Salam sejahtera rakan...
Kita mungkin sering mendengar kata rukhshah dikalangan orang-orang berilmu, namun terkadang kita kurang paham dengan definisi dari rukhshah.
Rakan, mari kita pahami apa itu rukhshah dan jika ditinjau dari hukum syariat terbagi kepada berapa rukhshah ?
1. Definisi Rukhshah
Pada dasarnya, rukhshah adalah sebuah kindifikasi hukum yang diberikan syariat bagi mukallaf yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan taklif yang dibebankan kepadanya. Dengan kata lain rukhshah adalah sebuah formulasi hukum yang telah berubah dari bentuk asalnya, karna mempertimbangkan obyek hukum, situasi, kondisi, dan tempat tertentu. Bisa pula dimaknai sebagai diperbolehkannya sesuatu yang asalnya dilarang, beserta wujudnya dalil yang melarang.
Sebaliknya, jika formulasi hukum syariat tidak mengalami perubahan, maka ia dinamakan 'azimah. Atau dapat dikatakan, 'Azimah adalah suatu formulasi hukum-hukum dasar syariat yang bersifat umum dan tidak terbatas pada obyek, situasi, kondisi, dan orang tertentu. Atau lebih mudahnya , 'Azimah adalah sebentuk kerangka hukum dasar
Share:

Monday, August 29, 2016

Definisi Isim, Fi'il dan Huruf

Salam sejahtera rakan...
Khususnya bagi rakan nahwu lover, sekarang kita mencoba membahas tentang definisi isim, fi'il dan huruf dalam pengertian yang sebenarnya.
Isim, fi'il dan huruf memang 3 kalimat yang paling inti dalam susunan bahasa arab, oleh karena itu, tentu akan sangat membantu bagi rakan yang mencoba menyelami dalamnya lautan nahwu jika 3 kalimat tersebut sudah benar-benar dipahami. Mari kita tujukan sejenak pikiran kita kepada pembahasan.
Rakan, secara sederhana mungkin kita bisa mengatakan bahwa isim adalah kata benda, fi'il adalah kata kerja, huruf adalah selain dari kata benda dan kata kerja, namun perkataan semacam itu belumlah mencakup keseluruhan dari setiap afrad dari masing-masing isim, fi'il dan huruf. Namun tidak ada salahnya juga jika perkataan semacam itu kita tujukan kepada pemula dalam ilmu nahwu hanya sebagai jembatan untuk menyebrangi pemahaman yang sebenarnya dan hal tersebut bisa membuat mereka tidak langsung merasa kesulitan dalam memahami materi.
> Definisi Isim
كلمة دلت علي معني في نفسها و لم تقترن بأحد الازمنة الثلاثة
Satu kalimat yang menunjuki atas ma'na yang ada pada dirinya dan tidak menyertai dengan salah satu dari zaman yang tiga ( madhi, hal, mustaqbal / waktu yang lalu, yang sedang terjadi, yang akan datang )
Contoh ; زيد = zaid
Zaid adalah isim, karna zaid tersebut adalah satu kalimat yang ma'nanya ada pada diri kalimat itu sendiri dan tidak ada kaitannya dengan zaman ( waktu ), baik waktu yang lalu, sedang terjadi maupun waktu yang akan datang. Maka setiap kalimat yang seperti itu dinamakan dengan isim.
> Definisi Fi'il
كلمة دلت علي معني في نفسها واقترنت  بأحد الازمنة الثلاثة
Satu kalimat yang menunjuki atas ma'na yang ada pada dirinya dan menyertai dengan salah satu dari zaman yang tiga ( madhi, hal, mustaqbal / waktu yang lalu, yang sedang terjadi, yang akan datang )
Contoh : ضرب - يضرب
Dharaba adalah fi'il madhi karena ia adalah sebuah kalimat yang maknanya ditunjuki oleh diri kalimat tersebut dan menyertai dengan salah satu zaman yang 3 yaitu zaman madhi ( waktu yang telah lalu )
Maka dharaba bermakna " telah memukul "
Begitu juga dengan Yadhribu, yadhribu adalah fi'il mudhari', karena ia adalah sebuah kalimat yang maknanya ditunjuki oleh diri kalimat tersebut dan menyertai dengan salah satu zaman yang 3 yaitu zaman hal / mystaqbal ) waktu yang sedang terjadi / akan datang )
Maka Yadhribu bermakna " sedang memukul / akan memukul "
> Definisi Huruf
كلمة دلت علي معني في غيرها
Satu kalimat yang menunjuki atas ma'na pada kalimat yang lain.
Huruf jika hanya berdiri sendiri tidak akan menghasilkan ma'na, ia hanya akan menghasilkan ma'na apabila disandingkan dengan kalimat lain.
Contoh ; في ( huruf jar )
Ia akan menghasilkan ma'na saat disandingkan dengan kalimat lain dalam sebuah kalam, misalnya ;
زيد في الدار
"Zaid berada di dalam rumah "
Huruf في didalam kalam diatas bermakna dharfiyah (dalam ), jika huruf " fi " tersebut tidak bersanding dengan kalimat lain maka makna dharfiyah dan maknanya yang lain tidak akan muncul.
WallahuA'lam...
Terimakasih rakan..
Share:

Sunday, August 28, 2016

Kulliat Khamsah

Salam sejahtera rakan..
Pernahkah rakan mendengar ilmu mantiq ?
Ilmu mantiq adalah satu ilmu pengetahuan yang dapat digolongkan kedalam ilmu logika, faedah mempelajari ilmu mantiq adalah untuk menjaga pikiran agar tidak salah dalam memahami perkataan.
Salah satu bahasan yang penting dalam ilmu mantiq adalah tentang kulliat khamsah (kulliyah yang lima) yang meliputi ; jins, fashal, nau;, aradh ‘am dan aradh khash. Pada dasarnya pembahasan ilmu mantiq hanya dua ; tashaur dan tashdiq. Jalan untuk menghasilkan tashaur adalah ta’rif sedangkan jalan untuk menghasilkan tashdiq adalah qiyas/hujjah. kulliyah khamsah masuk dalam pembahasan ilmu mantiq karena kulliyah khamsah berupakan bagian-bagian pada ta’rif, maka untuk memahami ta’rif haruslah terlebih dahulu mengenal kulliyah khamsah. Berikut ini uraian singkat tentang kulliyah khamsah.
1. JINS
Dalam kitab Isaghuji karangan Syaikhul islam Abi Zakariya Al-Anshari di katakan jins / jinsun adalah lafaz kully yang bisa difahami kepada afradnya yang banyak lagi yang berbeda pada hakikat di antara afrad-afrad tersebut. Contohnya seperti lafaz “ hayawan “, dari lafaz tersebut bisa kita fahami kepada afrad hayawan yang sangat banyak namun berbeda pada hakikat di antara afrad-afrad hayawan tersebut, karena dari lafaz “hayawan “ bisa kita fahami kepada lembu, ayam, kerbau, manusia dan lain-lain, maksudnya semua ini masuk dalam kata-kata “ hayawan “.
Ta’rif hayawan adalah Al-Mutaharrik Bi Al-Iradah (sesuatu yang bergerak – gerak dengan ada kemauan ), berarti semua makhluk hidup yang ada didunia ini yang bergerak-gerak dengan ada kemauan itulah hayawan.
Kemudian dalam kitab “ Shabban Al-Malawy “ dikatakan bahwa “ JINS “ terbagi kepada 3 :
Jins Qarib
Jins Mutawassith
Jins Ba’id
1. Jins Qarib ( dinamakan juga dengan jins Safil )
Adalah lafaz kully yang tidak ada lagi jins dibawahnya, namun di atasnya ada jins seperti lafaz hayawan maka dibawah lafaz hayawan tidak ada jins lagi yang ada hanya Nau’ seperti insan, faras, dan lain-lain, tapi diatasnya ada jins seperti jism.
2. Jins Mutawassith
Adalah lafaz kully yang dibawahnya ada jins dan diatasnya juga ada jins seperti lafaz jism maka dibawahnya ada jins seperti hayawan.
3. Jins Ba’id ( dinamakan juga dengan jins ‘Ali )
Adalah lafaz kully yang diatasnya tidak ada lagi jins tetapi dibawahnya ada jins seperti lafaz jauhar, maka diatasnya tidak ada lagi jins tapi dibawahnya ada jins seperti hayawan dan jism.
Perlu juga diketahui dalam kitab ini tidak dibahas tentang jins “ Munfarid “ karena tidak ada contoh yang pasti namun sebagian Ulama Manthiq memberikan contoh seperti Akal. Dalam kitab Bajuri Sullam Mantiq karangan Syaikh Ibrahim Bajuri dikatakan bahwa jins ba’id terbagi lagi kepada jins ba’id satu martabat dan jins ba’id dua martabat, contoh jins ba’id satu martabat adalah jism dan contoh jins ba’id dua martabat jauhar.
Perlu diketahui dalam kitab Isaghuji jins dibagi kepada 4 :
Jins Qarib
Jins Mutawassith
Jins Ba’id
Jins Munfarid
2. FASHAL
Fasal adalah Juzuk mahiyah yang terbenar hanya pada satu mahiyah pada jawaban Ayyu syaik huwa ( Shabban Malawy ) seperti Natiq, maka natiq merupakan juzuk dari pada insan ( dari pengertian insan ) dan merupakan jawaban pada pertanyaan “ Ayyu syaik huwa insan “, jawabannya “ natiq “.
Dalam kitab Shabban Malawy juga disebutkan bahwa fasal terbagi 2 :
Fashal Qarib
Fashal Ba’id
1. Fasal Qarib
Adalah fasal yang membedakan sesuatu dalam ruang lingkup jinsnya yang qarib seperti natiq maka natiq adalah fasal qarib yang membedakan insan dengan faras yang mana insan dan faras berada dalam ruang linkup kata-kata hayawan ( jins qarib ).
2. Fasal Ba’id
Adalah fasal yang membedakan sesuatu dalam ruang lingkup jinsnya yang ba’id seperti hisas maka hisas adalah rasa yang membedakan insan dengan bebatuan atau dengan pepohonan yang mana insan, bebatuan, pepohonan berada ruang lingkup jism ( jins ba’id ).
3. NAU’ ( NAU’UN )
Dalam kitab Shabban Malawy dikatakan bahwa Nau’ adalah lafaz kully yang bisa difahami kepada banyak afradnya dan diantara afrad-afradnya tidak berbeda pada hakikat, seperti lafaz insan maka dari lafaz insan bisa kita fahami kepada banyak afradnya misalnya si zaid, umar, ali dan lain-lain dan diantara afrad tersebut sama pada hakikatnya yaitu hayawan natiq.
Perlu diketahui bahwa Nau’ idhafi terbagi kepada 3 :
Nau’ idhafi ‘Ali
Nau’ idhafi Mutawassith
Nau’ idhafi Safil
1. Nau’ idhafi ‘Ali
Adalah Nau’ yang diatasnya tidak Nau’ dan dibawahnya segala Nau’ seperti jism.
2. Nau’ idhafi Mutawassith
Adalah Nau’ yang dibawahnya ada Nau’ begitupun diatasnya seperti hayawan.
3. Nau’ idhafi Safil
Adalah Nau’ yang dibawahnya tidak ada Nau’ dan diatasnya segala Nau’ seperti insan.
4. ‘ARADH ‘AM ( SIFAT YANG UMUM )
Adalah lafaz kully yang keluar dari mahiyah serta terbenar kepada mahiyah yang lain seperti lafaz “ masyi “ maka lafaz ini keluar dari mahiyah insan, maksudnya keluar dari definisi insan serta kata-kata masyi terbenar pada insan dan juga terbenar pada mahiyah lain seperti faras.
5. ‘ARADH KHAS ( SIFAT YANG KHUSUS )
Adalah lafaz kully yang keluar dari mahiyah serta hanya terbenar pada satu mahiyah seperti lafaz dhahik, maka dhahik keluar dari mahiyah insan , dalam arti keluar dari definisi insan serta dhahik hanya terbenar kepada insan dan tidak ada mahiyah lain yang dhahik.
Perlu diketahui bahwa dalam kitab isaghuji sebagian Ulama mantiq menolak kalau lafaz dhahik adalah ‘aradh khas bagi insan, karena jin dan malaikat juga dhahik namun permasalahan tersebut langsung dijawab dengan pendapat yang tahqiq disisi hukama’ bahwa para jin dan malaikat tidak dhahik, kalau dikatakan ada warid dalam hadits tentang jin dan malaikat yang dhahik itu maksudnya ta’ajjub bukan hakikat tetapi itu adalah majaz yang ‘alakahnya adalah itlak musabbab pada sabab.
Disamping itu juga dalam kitab Isaghuji dikatakan bahwa ‘aradh khas terbagi kepada 2 :
‘Aradh khas hakikat ( Mutlaqah )
‘Aradh khas izafiyah ( Ghairu Muthlaqah )
1. ‘Aradh khas hakikat
Adalah ‘aradh khas yang tidak dikaitkan dengan sesuatu ketiadaan sesuatu, contohnya dhahik yang dinisbahkan bagi insan.
2. ‘Aradh khas idhafiyah
Adalah ‘aradh khas yang dinisbahkan kepada sesuatu tanpa sesuatu, contohnya “ masyi “ yang dinisbahkan kepada insan dengan mengiktibarkan insan itu yang muqabil bagi ketinggalan anwa’ hayawan seperti faras.
Pembagian kulli 5
Pembagian kulli 5 dari sisi termasuk dalam mahiyah atau tidak itu terbagi 2 :
1. Kully Zati
Kully zati adalah kulli yang termasuk dalam juzuk mahiyah seperti jins dan fashal.
2. Kully ‘Arizi
Kully ‘arizi adalah kully yang keluar dari juzuk mahiyah seperti ‘aradh ‘am dan ‘aradh khas.
Perlu diketahui bahwa dalam kitab Isaghuji dikatakan Nau’ bisa termasuk dalam kully zati atau bisa termasuk dalam kully ‘arizi ataupun tidak termasuk dalam kully ‘arizi dan tidak termasuk dalam kulli zati.
Pendapat yang mengatakan Nau’ termasuk dalam kully zati didefinisikan kully zati dengan kully yang bukan ‘arizi.
Pendapat yang mengatakan Nau’ termasuk dalam kully ‘arizi didefinisikan kully ‘arizi dengan kully yang dakhil.
Pendapat yang mengatakan Nau’ tidak termasuk dalam kully zati dan ‘arizi didefinisikan kully zati dengan kully yang dakhil dan didefinisikan kully ‘arizi dengan kully yang kharij.
Pembagian kulli ‘arizi :
Dalam kitab Isaghuji dikatakan bahwa kulli ‘arizi terbagi kepada 2 :
‘Aradh Lazimah
‘Aradh Mufariqah
1. ‘Aradh Lazimah
Adalah kully ‘arizi yang tidak pernah terlepas dari mahiyah seperti dhahk bil quwwah ( berpotensi dhak ) yang dinisbahkan kepada insan, zahik bilquwwah tidak pernah terlepas dari insan maksudnya kapan saja insan selalu bersifat dengan zahik walau tidak secara aktual ( bil fikli ) tapi yang pasti bisa kemungkinan/berpotensi zahik karena yang dimaksud dengan kata-kata bilquwwah adalah mugkin terjadi.
2. ‘Aradh Mufariqah
Adalah kully ‘Arizi yang bisa terlepas dari mahiyah seperti zahik bilfikli yang dinisbahkan kepada insan, zahik bilfikli bisa terlepas dari mahiyah insan, maksudnya tidak setiap waktu insan zahik ( zahik tidak terjadi setiap waktu ) seperti insan dalam keadaan tidur.
Tiap-tiap dari dua ‘araz tersebut baik lzimah atau mufariqah itu adakala terkhusus dengan mahiyah yang satu atau tidak, yag terkhusus dengan mahiyah yang satu itulah na manya ‘araz khas dan yang tidak terkhusus dengan mahiyah yang satu itulah namanya ‘araz ‘am, ini adalah pendapat Ulama Mutaakkhirin Mantiq, sedangkan Ulama Mutaqaddimin Mantiq berpendapat ‘aradh khas hanya ada lazimah tidak ada mufariqah.
Wallahua'lam..
Referensi ; Website/Fanpage Pesantren Mudi Mesra Samalanga Bireun Aceh.
Share:

Penemu Catur Versi Sejarawan Islam

Salam sejahtera rakan...
Catur adalah satu permainan yang cukup unik dan sangat membantu untuk melatih logika, walau kadang-kadang juga dapat menghabiskan terlalu banyak waktu bagi para pecintanya.. Hehee
Tahukah rakan siapa penemu permainan unik itu ?
Ibnu Khalikan menyebutkan bahwa Catur berasal dari India, dan penemunya bernama Sisah Ibnu Dahir.
Konon permainan baru yang mengasyikan hasil karya Sisah Ibnu Dahir itu dikagumi oleh Sang Raja yakni Raja Syihram. Demi mengetahui bahwa Sisah itu adalah seorang rakyatnya, maka Raja berniat memberi hadiah pada penemu Catur itu
Maka ia pun menyuruh Punggawa kerajaan untuk memanggil Sisah ke Istananya.
"Aku ingin memberikan hadiah yang berharga atas penemuanmu yang mengagumkan itu,"
titah Raja Syirham ketika Sisah datang menghadap.
"Aku cukup kaya dan sanggup memenuhi segala keinginanmu itu Sisah" lanjutnya
Sisah diam saja
lalu Raja Bersabda
"Jangan malu, katakan keinginanmu, pasti kukabulkan."
" Maafkan Hamba, ya Raja kami yang Agung dan Pemurah, hamba mohon waktu sehari untuk memikirkannya, jika Tuanku berkenan mengizinkan permohonan hamba ini" Jawab Sisah kemudian.
Mendengar permohonan Sisah , maka raja pun mengizinkannya.
Malam harinya, Guru yang sederhana itu memikirkan hadiah yang hendak dimintanya, hingga
keeseokan harinya dihadapan Sang Raja, berkatalah Sisah, "Ya Tuanku, Hamba telah merenungkan berbagai hadiah yang menyenangkan, akhirnya inilah hadiah yang hamba pilih
Hamba mohon hadiah Sebutir Gandum untuk Kotak pertama papan Catur, Dua butir Gandum untuk petak kedua......"
" Dua butir Gandum katamu,"? bertanya Raja keheranan.
" Ya, Tuanku, Dua butir gandum untuk kotak kedua, selanjutnya, hamba mohon Empat butir untuk kotak ketiga, Delapan butir untuk kotak ke empat, Enam belas butir untuk kotak Kelima, Tiga puluh dua butir untuk Kotak ke Enam, Enam puluh empat butir untuk ........,"
"Cukup, cukup," Sela Baginda Syihram dengan tidak sabar, ketika mendengar permintaan sederhana itu.
"Kau akan menerima hadiahmu untuk Ke Enam puluh Empat Kotak papan Catur itu. Tiap kotak berisi dua kali isi kotak sebelumnya, tetapi ketahuilah bahwa permintaanmu itu sungguh merendahkan kemurahan hatiku, apalgi engkau seorang Guru, pulanglah, punggawaku akan segera mengantarkan gandum permintaanmu itu," Kata Sang Raja kemudian.
"Mohon ampun atas kelancangan saya, ya Tuanku, hamba mohon diri," Penemu Catur itu keluar istana dengan senyum terkulum.
Malam harinya saat bersantap malam, Baginda teringat akan permintaan Sisah, lalu bertanya apakah Gandum untuk Sisah sudah dikirimkan ke rumahnya. Ketika didengarnya bahwa Gandum belum dikirimkan, baginda mengernyitkan dahi keheranan, belum pernah perintahnya dijalankan selambat itu.
Kemudian Baginda menanyakan sekali lagi apakah Perintahnya sudah dijalankan apa belum.
" Tuanku, " sahut seorang pegawai Istana
" Juru Hitung Kerajaan belum selesai menghitung jumlah butir Gandum yang harus dihadiahkan."
"Bodoh, mengapa lambat benar dia menghitung, sebelum ayam berkokok besok pagi, Sisah harus sudah menerima gandumnya
jika tidak, maka kalian semua akan ku pecat."
Sabda sang Raja dengan marah.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali
Seorang pegawai istana melapor kepada Sang Raja bahwa Juru Hitung mohon menghadap.
"Sebelum engkau bicara, katakan apakah perintahku sudah kemarin sudah terlaksana? " tanya Sang Raja
" Justru itulah yang hendak hamba sampaikan, Tuanku, setelah hamba menghitungnya dengan teliti permintaan Guru Sisah itu, ternyata jumlahnya luar biasa besar Tuanku."
Raja Syihram, mulai hilang kesabarannya, sabdanya dengan sangat keras
"Berapapun besarnya, janji Raja harus ditepati, Lumbung Kerajaan cukup besar untuk memenuhi permintaan Sisah yaang sekecil itu."
" Ampun Tuanku, Kerajaan Tuanku tidak akan mampu memenuhi permintaan Sisah itu. Seluruh persediaan gandum di negeri ini, bahkan diseluruh dunia sekalipun, tidak cukup untuk memenuhi permintaannya, Kalau seandainya seluruh permukaan bumi ini ditanami gandum, setelah lautan dikeringkan untuk ditanami gandum, barulah mungkin Tuanku dapat memenuhi permintaan Sisah.
Untuk menampung gandum sebanyak itu, Tuanku akan memerlukan Lumbung yang tingginya Delapan Hasta, Lebarnya Sepuluh Hasta dan panjangnya sama dengan jarak Bumi ke Matahari.
Baginda tertegun mendengar kalimat juru hitungnya itu, namun ia ingin mengetahui juga Angkanya. Raja kemudian bertanya," Berapa butir semuanya?"
Juru hitung kemudian menunjukan angka yang sudah di catatnya, disana tertulis angka 18.446.744.073.709.551.615.
Itulah jumlah Butir Gandum yang harus di berikan kepada Sisah sebagai Hadiah
Itulah Cerita tentang Papan Catur dan Butir gandum itu, Entah bagaimana akhir dari ceritanya, ada yang mengatakan bahwa sang Guru mengalami nasib yang menyedihkan karena ia mati ditiang gantungan. Yang pasti Raja Syihram tak sanggup memenuhi permintaan Sisah Ibnu Dahir itu.
Dikalangan Ahli matematika, mereka tidak berhenti menghitung hanya sampai kotak ke Enam puluh empat saja, tetapi para pecinta matematika juga berusaha menghitung, berapa kapal yang akan mengangkut Gandumitu, berapa berat gandum itu, berapa karung yang harus dibuat untuk wadah gandum itu
berapa harga seluruhnya.
Diantara mereka juga terdengar pendapat.
Share:

Apa Itu Tauhid ?

Salam sejahtera rakan..
Sekarang kita mencoba memahami definisi dari tauhid dengan mengutip perkataan ulama dalam karya ilmiah Mereka Rahimahumullah.
Apa yang dikatakan dengan tauhid ?
Tauhid menurut bahasa ; mengetahui bahwa sesuatu itu satu Sedangkan menurut Syara' adalah Mengesakan yang disembah dengan cara ibadah beserta mengi'tikadkan EsaNya dan membenarkan dgn hati keEsaanNya baik pada Zat, pada Sifat maupun pada Perbuatan.
Maka, tidak ada disana satu zatpun yang menyerupai Zat Allah Ta'ala, dan Zat Allah Ta'ala itu tidak menerima bagi (tidak terbagi-bagi) baik secara nyata, waham, maupun secara takdir ( mengira-ngira),
Dan Sifat Allah Ta'ala tidak menyerupai segala sifat, dan juga tidak berbilang-bilang pada SifatNya dari satu jenis, sebagai contoh ; misalnya bagi Allah Ta'ala memiliki dua sifat qudrah.
Dan tidak masuk isytirak ( perkongsian ) pada perbuatanNya karna tak ada satupun perbuatan selain Perbuatan Allah Subhanahu wa Ta'ala yg dpat menciptakan walaupun di nisbatkan kepada perbuatan selain PerbuatanNya itu usaha.
و شرعا افراد المعبود بالعبادة مع اعتقاد وحدته وتصديقها ذاتا وصفاتا وافعالا
فليس هناك ذات تشبه ذاته تعالي ولا تقبل ذاته الانقسام لا فعلا ولا وهما ولا فرضا
ولا تشبه صفاته الصفات ولا تعدد فيها من جنس واحد بان يكون له تعالي قدرتان متلا ولا يدخل افعاله الاشتراك اذ لا فعل لغيره سبحانه خلقا و ان نسب الي غيره كسبا
Wallahua'lam
Referensi ; Sebuah kitab syarahan terhadap kitab Jauharatut Tauhid.
Share:

Ilmu nahwu bab kalam

Salam sejahtera rakan...
Mungkin diantara rakan ada yang gemar mempelajari ilmu nahwu, memang ilmu nahwu adalah termasuk ilmu terpenting untuk bisa memahami karya-karya ilmiah para 'alim ulama. Memang tak dapat dipungkiri perkataan seorang alim yang mengatakan ;
النحو أب العلم
"Nahwu adalah bapak bagi segala ilmu (syariat )"
Sekarang kita akan mencoba membahas dengan mudah pembahasan yang pertama yang merupakan dasar terpenting bagi pecinta nahwu untuk menyelami luasnya samudra ilmu nahwu. Pembahasan tersebut adalah tentang apa yang dikatakan dengan "Kalam" , tentang pembahagian "kalimat", dan bagaimana caranya kalimat itu diketahui apakah isim, fi'il atau huruf ?
1. Apa yang dikatakan dengan kalam ?
Kalam adalah lafal yang tersusun yang memiliki faedah dengan ada qasad ( dari yang mengucapkannya ).
Oleh karena susunan kalam tidak terlepas dari kalimat, maka para ulama nahwu membagi kalimat menjadi 3 pembahagian ; isim, fi'il, dan huruf.
Nah, sekarang bagaimana kita bisa membedakan antara isim, fi'il, dan huruf, ternyata sangat mudah untuk membedakannya. Simak baik-baik uraian di bawah ini.
2. Tanda Isim, Fi'il, dan Huruf
a. Isim dapat dikenal dengan khafadh (berbaris bawah), tanwin (baris dua), masuk alif lam pada permulaannya, dan masuk huruf jar padanya.
b. Fi'il dapat dikenal dengan masuk atau sah untuk dimasuki huruf قد , س, سوف dan ta' ta'nist yang sukun.
c. Adapun huruf dapat dikenal dengan tidak ada padanya tanda-tanda isim maupun huruf.
Wallahua'lam..
Referensi ; kitab Ajurumiyah dengan sedikit pengurangan dan tambahan.
Share:

Saturday, August 27, 2016

MUJTAHID

Salam Sejahtera Rakan...


Pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita sebagai kaum muslimin mendengar kata "Mujtahid". walau terkadang kata tersebut kurang kita pahami.
Rakan, mari kita luangkan waktu sejenak untuk memahami Arti / Definisi dari kata Mujtahid. Mudah-mudahan bisa menyingkap tabir penasaran kita selama ini tentang ma'na dari kata tersebut.
Mujtahid terbagi menjadi 3 tingkatan ;
1. Mujtahid Muthlak
2. Mujtahid Mazhab
3. Mujtahid Fatwa
Nah, mari kita simak definisi dari setiap ketiga tingkatan mujtahid tersebut.

1. Mujtahid Muthlak
Seseorang yang mampu mengeluarkan hukum-hukum langsung dari dalil-dalil ( seperti Al-Qur'an & Hadits )

2. Mujtahid Mazhab
Seseorang yang mampu mengeluarkan hukum-hukum dari qawaid ( undang-undang ) yang telah dicetuskan oleh Imamnya ( Mujtahid Muthlak ). tergolong kedalam mujtahid mazhab dalam mazhab syafi'i yaitu Imam Muzani dan Imam Buwaithi Rahimahumullah.

3. Mujtahid Fatwa
Seseorang yang mampu menguatkan bagi sebahagian pendapat-pendapat Imamnya atas sebahagian pendapat yang lain. Yang tergolong kedalam Mujtahid Fatwa dalam Mazhab Syafi'i adalah Imam Nawawi dan Imam Rafi'i Rahimahumullah.
Adapun dua ulama besar dalam mazhab syafi'i yang diakui dunia tentang kehebatan ilmu keduanya masih belum mencapai 3 tingkatan
Mujtahid diatas, Beliau adalah Imam Ibnu Hajar Al Haitami pengarang kitab Tuhfatul Muhtaj yang dicetak 10 Jilid tebal itu, Dan Imam Ramli pengarang kitab Nihayatul Muhtaj yang dicetak 8 jilid tebal itu.
Namun keduanya masih digolongkan kedalam Muqallid.
Wallahua'lam, semoga bermanfaat bagi rakan semua.




Referensi : Kitab Hasyiah Syarqawi jilid 1 Halaman 11.

Share:

Saturday, August 13, 2016

Takluknya Konstatinopel di Tangan Al-Fatih

Salam Sejahtera Rakan...

pebrinurhayati.blogspot.com

    Muhammad Al-Fatih (penakluk) begitulah namanya, atau disebut Sultan Mehmed II, lahir 30 Maret 1432 di Edirne kota sebelah barat Turki dan meninggal dunia 3 Mei 1481 di Hunkarcayiri dekat Gebze pada usia 49 tahun. Pada usia 8 tahun ia sudah menghafal Al-Quran. Sultan Murad II ayahnya sudah mengajarkan ilmu agama kepadanya dan juga meminta syeikh Aaq Syamsudin Al-Wali (keturunan Abu Bakar r.a) untuk mengajarkan disiplin ilmu kepada Al-Fatih. Ketika kecil, setiap pagi Fatih diajak untuk melihat tembok benteng Konstatinopel yang begitu kokoh setinggi 18 meter dari kejauhan. Untuk memasuki benteng tersebut sangat sulit karena benteng itu memiliki 3 lapis benteng yang mengelilingi Konstatinopel. 

yayasancbi.blogspot.com
     Kanan dan Kiri kota itu dikelilingi laut dan bagian lain berdiri benteng kokoh. Pada lapisan pertama ada pembatas sungai yang isinya buaya-buaya ganas, pada lapisan kedua terdiri dari ribuan pasukan pemanah yang siap memanah bila ada penyusup. Dan begitu pun tembok kokoh lain. selama berabad-abad Konstatinopel tidak bisa ditaklukkan oleh siapapun.


www.kaskus.co.id
      Suatu hari syeikh berkata kepada Fatih,"wahai Muhammad Al-fatih, kamu tahu apa itu? itu tembok konstatinopel dan tahukah engkau bagaimana janji rasulullah? janjinya adalah kota konstatinopel akan jatuh ke tangan islam, pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan di bawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan. Saya yakin kelak cucu-cucumu akan menaklukan Konstatinopel. Tapi saya lebih senang jika kau yang menaklukkannya, nak"

      Fatih pun menjawab."iya! Saya ingin menaklukan Konstatinopel dan karena saya ingin menaklukkannya, maka saya akan memantaskan diri".

      Menjadi sebaik-baiknya pemimpin bukanlah orang biasa maka ia tidak pernah meninggalkan shalat rawatib, tidak pernah meninggalkan shalat tahajjud, ia juga mahir berkuda, mahir 7 bahasa : arab, yunani, serbia, persi, turki, dan ibrani, dan juga beberapa keterampilan lain. 

    Sebagaimana yang tertera dalam hadis :
"kota Konstatinopel akan jatuh ke tangan islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan dibawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan (H.R. Ahmad bin Hambal, Al-Musnad 4/335)" 
      Hadis tersebut bermula dari pertanyaan sahabat Nabi yang sedang menggali parit saat perang Khandaq saat ditanya kota mana yang ditaklukkan terlebih dahulu Konstatinopel atau Roma, Rasulullah menjawab "kota yang dipimpin Heraclius (roma)". Sebagai pemimpin rasul membuat visi jangka panjang dalam hadist diatas.

catatansat.blogspot.com
    Strategi dalam membebaskan konstatinopel, awalnya Fatih menggunakan strategi perang biasa, yaitu membobol benteng dan menerobos lewat laut. beliau juga menggunakan senjata sangat besar yaitu meriam besar dan terkuat pada saat itu. ada 70 kapal dan 20 gallery lengkap dengan persenjataan yang menerobos ke Selat Golden Horn, namun cara itu belum mampu untuk mengalahkan benteng terkokoh didunia saat itu.

    Setelah berbagai macam cara dilakukannya, ia pun mengusulkan agar memindahkan kapal melewati perbukitan Galata, untuk memasuki titik kelemahan konstatinopel yaitu selat Golden Horn,lalu Fatih berkata "kalau begitu tarik kapalnya melalui darat, dan kita akan mendaki bukit, karena orang konstatinopel tidak akan berpikir kalau pasukan muslimin melewati bukit". beberapa pasukan berkata."bagaimana kita dapat melewati bukit? Jalanan begitu sulit untuk dilalui".
     
dailyscribbling.com
     
Fatih menjawab."Konstatinopel akan jatuh di tangan islam, pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan dibwah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan, Lakukanlah!"

     "tapi sepertinya tidak mungkin" saut pasukan

      "lakukan!" tegas sultan Al-Fatih

      Ide yang terdengar seperti lelucon itu dilaksakan oleh pasukannya dalam satu malam, seolah-olah kapal berlayar mengarungi perbukitan. Dan akhirnya, dini hari menjelang pagi, saat penjaga konstatinopel bersiaga kembali, mereka terkejut dengan suara gemuruh kapal Fatih yang berhasil turun dari bukit menuju benteng konstatinopel. Sebelum melakukan penyerangan hari itu Sultan Al-Fatih memrintahkan pasukannya untuk berpuasa, melaksanakan shalat tahajjud pada malam hari dan meminta pertolongan Allah SWT.

indonesiaindonesia.com
    Hari demi hari dijalani, peperangan berlangsung hingga akhirnya kaum muslimin memperoleh kemenangan dan menaklukan Konstatinopel. sebelum waktu ashar tiba Sultan Al-Fatih telah menginjakkan kakinya di benteng Konstatinopel. Para pasukan berteriak, menyebut dan memuji Nama Allah saling sahut-menyahut. Langsung Al-Fatih bersujud menghadap ka'bah dengan membawa senggemgam tanah sambil berkata." saya tidak lebih mulia dari tanah ini, saya akan kembali ke tanah ini juga".

   Al-Fatih menaklukkan Konstatinopel pada usia kira-kira 21 tahun dan mewujudkan janji Rasulullah. setelah berhasil menaklukkan Konstatinopel beliau juga berencana menaklukkan Roma. 19 tahun kemudian, saat mewujudkan keinginan menaklukkan roma, sentak para penguasa Roma ketakutan. Dan sebelum misi tersebut dilaksanakan beliau meninggal dalam perjalanan menuju Roma.



Sumber Referensi :
kamilpascasarjanaitb.wordpress.com
id.wikipedia.org
      
  
Share:

Friday, August 12, 2016

Hubungan Aceh-Turki Utsmani

Salam Sejahtera Rakan...

     Hubungan aceh dengan turki sangatlah erat. Dalam beberapa sumber yang baik seperti hikayat-hikayat aceh, menjelaskan bahwa Kerajaan Turki Utsmani dahulu pernah membantu kerajaan Aceh dalam bentuk armada perang. Atas permohonan yang dikirim oleh Sultan Alaidin Riayat Shah kepada Sultan Sulayman Al-Qanuni melalui Huseyn Effendi. Maksud dari permohonan dari Sultan Kerajaan Aceh karena Bangsa Portugis sering mengganggu dan merompak kapal pedagang muslim yang berlayar dari aceh ke turki dan sebaliknya. Portugis juga sering menghadang jamaah haji dari aceh ke mekkah.

     Oleh karena itu, Kerajaan Aceh meminta armada perang dari Turki untuk mengamankan jalur pelayaran aceh ke timur tengah. Setelah meninggalnya Sultan Suleyman sekitar tahun 1566 M diganti Sultan Selim II lalu segera memerintahkan armadanya untuk melakukan ekspedisi militer ke Aceh. Laksamana Kurtoglu Hizir Reis diperintahkan untuk berlayar ke aceh dengan membawa artileri, ahli senapan, tentara, dan menghadiahkan meriam (lada sicupak). Pasukan ini diperintahkan berada di aceh selama masih dibutuhkan oleh sultan Aceh. Namun dalam perjalanannya armada turki di alihkan ke yaman untuk meredakan pemberontakan.


acehfokussab.blogspot.com
      Tibanya armada turki di aceh, Sultan Aceh menyambut meriah kedatangan armada turki lalu menganugerahkan jabatan gubernur Nanggroe Aceh Darussalam kepada laksamana Kortoglu Hizir Reis. Pasukan Turki tiba di aceh berjumlah kurang lebih 500 orang. Dengan bantuan armada turki aceh menyerang Portugis di pusat Malaka (1568 M).



Meriam Lada Sicupak
www.republika.co.id


        Setelah kemenangan perang atas Portugis, Turki Utsmani mengizinkan kapal-kapal aceh untuk mengibarkan bendera Turki Utsmani di kapal mereka. Selman Reis laksamana di wilayah laut merah terus memantau pergerakan armada Portugis di samudera Hindia, Laporannya lalu dikirim ke pemerintah pusat Turki (Istanbul).
        
       Bunyi salah satu laporan Selman antara lain :
Portugis juga mengusai pelabuhan (pasai) di pulau besar yang disebut syamatirah (sumatera). Dikatakan, mereka mempunyai 200 orang kafir disana (pasai). Dengan 200 orang kafir, mereka juga mengusai pelabuhan malaka yang berhadapan dengan sumatera. karena itu, ketika kapal-kapal kita sudah siap dan Insya Allah bergerak melawan mereka, maka kehancuran total mereka tidak akan terelakkan lagi, karena satu benteng tidak bisa menyokong yang lain, dan mereka tidak dapat membentuk perlawanan yang bersatu.
         Namun Raja Portugis Emanuel I bertujuan untuk menyebarkan agama kristen dan merampas kekayaan orang-orang timur dan itu semua terkait dengan Perang Salib. Dalam peperangan di laut, Armada Aceh sangat apik dalam berperang dengan kekuatan maritim sangat besar dan ditakuti oleh Portugis di Nusantara, karena mendapat bantuan penuh dari armada perang Turki Utsmani dengan berbagai peralatan perangnya. Pada masa kejayaan Kesultanan Aceh yang dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda. Pada masa ini Aceh juga mengirimkan armada kecil yang terdiri dari 3 kapal menuju Istanbul. Rombangan ini tiba sekitar 12 tahun setelah perjalanan melalui Tanjung Harapan. Ketika kembali ke Aceh mereka diberikan sejumlah senjata, 12 penasehat militer Turki dan sepucuk surat yang menyatakan antara dua negara islam tersebut merupakan satu keluarga dalam islam. Dua belas penasehat militer itu pun diberi penghormatan sebagai Pahlawan Kerajaan Aceh dan mereka tidak ahli dalam militer saja, mereka juga ahli dalam bidang arsitektur yang dapat membantu Sultan Iskandar Muda untuk membangun benteng yang kokoh di Koetaradja dan Istana Sultan.






Sumber Referensi :

          
      
       
Share:

Thursday, August 11, 2016

Koca Mimar Sinan Agha Arsitek Muslim Ternama

Salam Sejahtera Rakan..

       Gudang Isi akan menyajikan sedikit info tentang arsitek muslim terkenal pada era Turky Ustmani yang bernama Mimar Sinan.
   

Koca Mimar Sinan Agha : Arsitek Muslim

osolihin.wordpress.com
       Lahir di Kaysariya, Anatolia pada tahun 1489 M, Meninggal tahun 1588 M. Terlahir dengan nama Joseph, data menyebutkan beliau anak dari Abdulmenan (ayah nasrani tak dikenal yang anaknya menjadi Muslim). Beliau berasal dari agama kristen yunani atau armenia, namun ia mendapat hidayah kemudian masuk islam.
   
        Mengikuti jejak ayahnya, beliau direkrut menjadi anggota khusus Ustmaniyyah yaitu Korps Janissari (Yenicheri). Namun siapa sangka, di dunia militer jiwa dan bakat arsiteknya muncul dan beriring berjalannya waktu pangkat militernya pun naik. Beliau pernah di tolak oleh sekolah tinggi Kesultanan di Istana Topkapi dikarenakan umur beliau sudah 23 tahun. Lalu beliau dikirim ke sebuah tempat kursus keterampilan, pertama ia belajar menukang kayu dan matematika. Namun berkat kecerdasannya ia diangkat menjadi asisten arsitek dan dilatih untuk menjadi arsitek.
      
      Tiga tahun setelah belajar arsitek beliau mendapat gelar arsitek ahli dan insinyur, disela-sela kesibukannya beliau juga mengikuti jihad sebagai anggota janissari. Pada tahun 1521-1522 (Turki perang dengan Beograd dan Rhodes) Mimar menjadi kepala operator kembang api,

      Karier militernya melesat  di berulang-ulang kali dipromosikan hingga menjadi hakim polisi, Dua kegiatan yang beliau jalani beliau mempelajari kelemahan suatu bangunan jika ditembak, Dia pun mendapat kewenangan untuk merobohkan bangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan kota.

        Mimar Sinan juga membantu membangun benteng dan jembatan, antara lain jembatan diatas Sungai Donau, sementara di kota eropa Mimar banyak mengubah gereja menjadi masjid,

        Pada tahun 1543 anak Sultan Sulaiman meninggal dunia yaitu Sultan Muhammad, kejadian ini membuat Sultan Sulaiman berniat untuk membangun masjid megah yang sultan gunakan untuk melayani umat islam di Istanbul sekaligus pahala jariyah buat anaknya.

        Momen ini kesempatan pertama dari Sultan untuk Mimar Sinan atas proyek besar yakni masjid megah dan tempat tersendiri di hati sultan Sulaiman.

kisahmuslim.com

      Setelah 4 tahun Mimar mengerjakan proyek sehzade jami' (Masjid Pangeran) di pusat kota istanbul, Di komplek kulliye masjid terdapat dapur untuk kaum miskin, penginapan wisatawan dan makam sultan Muhammad.

upload.wikimedia.org
      Dan masih banyak karya-karya beliau dalam bidang arsitektur yang terkenal seperti Masjid Sulemaniye, Mehmed sedefkar Agha, Masjid Sultan Ahmed.
   
      Sekian sedikit pembahasan sejarah dan perjalanan singkat tentang Koca Mimar Sinan Agha.


Terima kasih rakan...



Referensi :

id.wikipedia.org
kisahmuslim.com
osolihin.wordpress.com
www.satujam.com




       
Share:

Tuesday, August 9, 2016

Ilmuwan Muslim Menciptakan Sabun



Salam Sejahtera Rakan...

         Sabun adalah salah satu bahan yang sering kita gunakan pada saat mandi, Namun, tahukah rakan bahwa yang pertama kali menciptakan sabun ialah Ar-Razi (Rhazes) [no.6] seperti yang telah Gudang Isi jelaskan sebelumnya.


Berikut sedikit ulasan tentang penemuan sabun :



Abu Bakar Muhammad bin Ar-Razi (rhazes) : Penemu Sabun


www.sciencemuseum.org.uk
       Lahir di Tehran pada tahun 864-930. semasa hidupnya beliau meneliti tentang penyakit seperti demam, cacar, alergi dan asma. selain itu Ar-Razi merupakan orang pertama yang menulis tentang imunologi dan alergi.

       Dunia barat mengenalnya dengan nama Rhazes yaitu seorang pakar sains yang berasal dari Iran. sejak mudah Ar-Razi telah mempelajari Ilmu Filsafat, Kesusastaraan, Kimia, dan Matematika. Di bidang kedokteran beliau berguru pada Hunayn bin Ishaq di Baghdad, namun setelah dewasa Ar-Razi ditunjuk sebagai pemimpin sebuah Rumah Sakit di Rayy dan Muqtadari (Baghdad) dan telah dibuktikan dengan catatannya tentang penyakit cacar.

       Pada salah satu tulisannya menjelaskan bahwa penyakit Rhinitis bisa terjangkit apabila mencium bunga mawar di musim panas. Pada bidang farmasi beliau berkontribusi membuat peralatan medis seperti tabung, spatula dan mortar selain itu beliau juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.


         Selain sabun beliau juga yang menemukan alkohol dengan cara fermentasi, asam sulfat serta mengelompokkan kimia organik dan anorganik. Namun sabun adalah salah satu ciptaan yang sangat populer sehingga dapat kita gunakan sampai saat ini dan komposisinya tidak jauh berbeda dengan sabun yang kita gunakan saat ini.



       Berikut komposisi sabun ciptaan Ar-Razi (Razhes).

Sabun (صابون) = Minyak Zaitun (زيت الزيتون) + alkali (القالي) + natrun (نطرون) + pewangi (زائل للرائحة الكريهة)

        Komposisi yang digunakan saat ini tidak jauh berbeda dengan komposisi ciptaan Ar-Razi. selain beliau ilmuwan lain ada juga Abdul Qasim Az-Zahrawi (Abulcasis). dokter ahli kosmetik yang memaparkan tata cara pembuatan sabun dalam kitabnya "At-Tasrif".


sekian dan terima kasih rakan..





Referensi :
altijaara.com
wikipedia.org

Share:

Orang Muslim yang Pertama kali Terbang

Salam Sejahtera rakan...

         Selama ini kita mengira bahwa Wright Bersaudara yang terbang untuk yang pertama kalinya. Kita mesti tahu rakan bahwa 1000 tahun sebelum wright bersaudara sudah ada ilmuwan atau orang muslim yang terbang untuk pertama kali.

         Nah, Gudang Isi kali akan membagikan sedikit info tentang Manusia yang terbang pertama di dunia :

Abbas bin Firnas : Manusia yang Pertama Terbang

www.linkedin.com
       Terlahir dengan nama Abbas Qasim bin Firnas di Izn-Rand Onda, Andalusia pada tahun 810 M. Meninggal pada tahun 887 M.

        Di bidang ilmiah beliau fokus pada ilmu matematika dan ilmu alam atau fisika, Sebagai bukti beliau berhasil membuat atap rumahnya yang menyerupai bola langit yang diantaranya mampu memperlihatkan gambaran tentang bintang, awan, kilat sebagaimana langit pada aslinya.

        Sejarah mencatat Abbas bin Firnas sebagai manusia pertama yang pernah melakukan uji coba penerbangan terkendali, dengan menggunakan semacam alat kendali terbang di 2 set sayap, yang bisa mengatur dan mengontrol ketinggian terbangnya, alat kendali itu juga berfungsi sebagai pengubah arah terbangnya yang terbukti saat ia dapat kembali ke tempat peluncurannya. meski begitu dia mengalami luka-luka saat mendarat.


www.kabarmakkah.com

         Setelah sekitar 12 tahun setelah beliau melakukan uji coba yang keduanya beliau meninggal dunia. cedera yang dialaminya membuat kesehatannya semakin memburuk. Philip K Hitti mencetus beliau sebagai salah satu tokoh besar yang melakukan uji coba penerbangan. Bangsa Irak membangun patung beliau di sekitar lapangan terbang Internasionalnya dan juga mengabdikan nama beliau sebagai nama Bandar Udara di Baghdad


Sumber Referensi :
kangudo.wordpress.com
satujam.com
wikipedia.org


Share:

Ilmuwan Muslim Ahli Mesin dan Ciptaannya

Salam Sejahtera rakan...

     Kita selama ini pasti berpacu bahwa penemuan teknologi yang digunakan saat ini diciptakan oleh orang barat, namun siapa sangka bahwa orang muslim menciptakan karya yang menakjubkan.

     Nah kali ini Gudang Isi akan menginfokan diciptakan oleh ilmuwan Al-Jazari.

     berikut penemuannya :

 Al-Jazari : Ahli Mesin/Robot

romansa.sman1-klt.sch.id
      Beliau lahir (1136 M) di al-jazera, mesopotamia (wilayah tenggara turki antar sungai tigris dan sungai eufrat). Nama lengkap beliau Abu Al-'iz ibn Ismail Ar-Razaz Al-Jazari. Ayahnya mengabdi di kediaman dari dinasty cabang mardin yang memerintah wilayah timur Anatolia sebagai wilayah pengikut dari dinasty Zangid dan selanjutnya dinasty Ayyubiyah sebagai kepala insinyur di Istana Artuklu.
     Al-jazari lebih canderung sebagai praktisi insinyur karena beliau bagian dari tradisi pengrajin. Buku beliau yang sangat populer yaitu "fi ma'rifat al-hiyal al-handasiyya (pengetahuan ilmu mekanik) tahun 1206 M yang menjelaskan peralatan-peralatan yang ia bangun sendiri sebagaimana terlihat sejumlah salinan manuskrip. 
     Aspek dari mesin-mesin yang diciptakannya diperkenalkan pada tahun 1206 M yang menerapkannya dalam automaton ciptaannya, water-raising machines dan water clocks (such as the candle clocks).
(Water Raising device)
en.wikipedia.org
Diagram from booken.wikipedia.org
   
    














en.wikipedia.org
     Penemuannya yang paling fenomenal adalah elephant clocks (jam gajah). yang terdiri dari jam hidrolik yang berbentuk gajah diatas gajah tersebut ada tenda mini yang menjadi tempat komponen jam dan patung-patung yang bergerak yang berbunyi setiap setangah jam sekali. Jam gajah ini mengusung siklus mekanik secara otomatis menggerakkan seluruh bagian jam







Sumber Referensi ;
wikipedia.org
blogpenemu.blogspot.co.id
Share:

Friday, August 5, 2016

Benarkah Menghadiahkan Pahala Itu Tidak Sampai ?


★★ MENGHADIAHKAN BACAAN DZIKIR & AL-QUR'AN UNTUK AHLI QUBUR MENURUT 4 MADZHAB ★★
☆ Pengikut Imam Mazhab yang empat adalah para ulama yang Shalihh yang memiliki ketersambungan Sanad Ilmu (sanad guru) dengan Imam Madzhab yang empat (4) atau para ulama yang Shalih yang memiliki ilmu riwayah dan dirayah dari Imam Madzhab yang empat (4).
Imam An Nawawi adalah salah satu Ulama Syafi’iyah yang paling memahami perkataan Imam As-Syafi’i dan ulama-ulama Madzhabnya sebagaimana disebut dalam
- Al-Awaid Ad Diniyah
- Halaman:55.
" Sehingga, jika ada seseorang menukil pendapat ulama
As-Syafi’iyah dengan kesimpulan berbeda dengan pendapat Imam An-Nawawi tentang ulama itu,
Maka pendapat itu tidak dipakai.
Lebih-lebih yang menyatakan adalah pihak yang tidak memiliki ilmu riwayah dan dirayah dalam Madzhab As-Syafi’i.
☆ Hal ini dijelaskan contohnya oleh ‘Ulama Syafi’iyah lainnya seperti Syaikhul Islam al-Imam Zakariyya Al-Anshari dalam dalam Fathul Wahab :
أما القراءة فقال النووي في شرح مسلم المشهور من مذهب الشافعي أنه لا يصل ثوابها إلى الميت وقال بعض أصحابنا يصل وذهب جماعات من العلماء إلى أنه يصل إليه ثواب جميع العبادات من صلاة وصوم وقراءة وغيرها وما قاله من مشهور المذهب محمول على ما إذا قرأ لا بحضرة الميت ولم ينو ثواب قراءته له أو نواه ولم يدع بل قال السبكي الذي دل عليه الخبر بالاستنباط أن بعض القرآن إذا قصد به نفع الميت نفعه وبين ذلك وقد ذكرته في شرح الروض
“Adapun pembacaan al-Qur’an, Imam An-Nawawi mengatakan didalam Syarh Muslim,
Yakni masyhur dari Madzhab asy-Syafi’i bahwa pahala bacaan Al-Qur’an Tidak sampai kepada Mayyit,
Sedangkan sebagian Ashhab Kami Menyatakan Sampai,
Dan kelompok-kelompok ‘Ulama berpendapat bahwa sampainya pahala seluruh ibadah kepada Mayyit seperti Shalat, Puasa, pembacaan Al-Qur’an dan yang lainnya.
☆ Dan apa yang dikatakan Sebagai QAUL MASYHUR Tsb, Pengertiannya adalah:
Apabila pembacaannya tidak di hadapan Mayyit,
Tidak meniatkan pahala bacaannya untuknya atau Meniatkannya,
Dan tidak mendo’akannya Bahkan Imam As-Subkiy berkata ; “yang menunjukkan atas hal itu (sampainya pahala) adalah Hadits berdasarkan Istinbath bahwa sebagian Al-Qur’an apabila diQashadkan (ditujukan) dengan bacaannya akan bermanfaat bagi Mayyit dan diantara yang demikian,
Singguh telah di tuturkannya didalam syarah Ar-Raudlah”.
(Lihat: Fathul Wahab bisyarhi Minhajit Thullab lil-Imam ZakariyyahAl-Anshari Asy-Syafi’i Juz:2, Halaman: 23).
☆ Al-Imam An-Nawawi ketika menyebutkan pendapat Al-Imam Asy-Syafi’I maka akan kita temukan kalimat:
“ AL-MASYHUR MIN MADZHABI ASY-SYAFI'I",
→ Jika kita Pahami lebih dalam lagi bahwa kalimat:
“Al-Masyhur” ini menunjukkan bahwa disana ada
QAUL AL-IMAM SYAFI'I YANG TIDAK MASYHUR.
☆ Nah Qaul yang Tidak Masyhur inilah yang Dipahami oleh sebagian kalangan Ulama Syafiiyah bahwa:
Maksudnya ialah: DARI QAUL NYA IMAM ASY-SYAFI'I ADALAH TIDAK SAMPAI,........
JIKA TIDAK DINIATKAN BACAANNYA ATAU TIDAK DIBACA DIHADAPAN SI MAYIT.
☆ Seperti Keterangan yang diterangkan pleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami.
◎ Syaikhul Islam Al-Imam Ibnu Hajar Al-Haitami
◎ Kitab: Tuhfatul Muhtaj :
◎ Juz: 7
◎ Halaman: 74
قال عنه المصنف في شرح مسلم: إنه مشهور المذهب على ما إذا قرأ لا بحضرة الميت ولم ينو القارئ ثواب قراءته له أو نواه ولم يدع له
“Sesungguhnya Pendapat Masyhur adalah Diatas pengertian apabila pembacaan bukan dihadapan mayyit (hadlirnya mayyit), pembacanya tidak meniatkan pahala bacaannya untuk Mayyit atau Meniatkannya, dan tidak Mendo’akannya untuk Mayyit”.
☆ Jadi Imam Asy-Syafi'i Justru telah Beberapa Kali Mengatakan dan menyebutkan bahwa Beliau menganjurkan seseorang untuk Membaca Al-Quran disisi Mayit.
Hal ini disebutkan oleh Al-Imam An-Nawawi di dalam
Kitab Riyadhus Sholihin dan Kitab-kitab lainnya.
قَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمهُ اللَّه: ويُسْتَحَبُّ أنْ يُقرَأَ عِنْدَهُ شيءٌ مِنَ القُرآنِ، وَإن خَتَمُوا القُرآن عِنْدهُ كانَ حَسناً
“Imam Asy-Syafi’i raberkata :
“Disunnahkan agar membaca sesuatu dari Al-Qur’an disisi Quburnya,
Dan apabila mereka Mengkhatamkan Al-Qur’an disisi
Quburnya maka itu Bagus”. ● (Riyadlush Shalihin, Juz:1, Halaman: 295, lil-Imam an-Nawawi) → LIHAT SCAN KITAB. - Juga terdapat didalam (Dalilul Falihin, Juz: 6/426 li-Imam Ibnu ‘Allan) - (Al-Hawi Al-Kabir fiy Fiqh Madzhab asy-Syafi’i, Syarah Mukhtashar Muzanni, Juz: 3/26 Lil-Imam Al-Mawardi) - Dan lainnya. ☆ Imam Syafi’i ra , Ulama yang telah diakui oleh Jumhur Ulama dari Dahulu sampai sekarang sebagai Imam Mujtahid Mutlak. Ulama yang paling baik dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah, Dan Beliau masih bertemu dengan para Perawi Hadits atau Salafush Shalih, Sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Nawawi. قال الشافعى : وأحب لو قرئ عند القبر ودعى للميت Imam Syafi’i mengatakan: “Aku menyukai sendainya dibacakan Al-Qur’an disamping Qubur dan dibacakan do’a untuk mayyit”. ( Ma’rifatus Sunani wal Atsar, juz:7, halaman:743, lil-Imam Al-Muhaddits Al-Baihaqi).
Share:

Saturday, July 23, 2016

Kisah Unik Ibnu Malik saat Mengarang Kitab Alfiyah


Kenal penggalan syair ini...?
....فائقة ألفية ابن معطي
"Alfiyah ini mengungguli alfiyahnya ibnu mu'thi"
Ya, Alfiyah ibnu malik , seribuan bait syair yang melegenda. Bahkan imam ibnu malik pun menyatakan bahwa alfiyahnya mengungguli alfiyah yang disusun oleh gurunya sendiri yaitu imam ibnu mu'thi.
Ada hikmah yang sangat penting saat imam malik menulis penggalan syair di atas.
Diriwayatkan:
Bahwasanya ibnu malik setelah menuliskan syair :
فائقة الفية ابن معطي
••fa'iqatan alfiyyatabni mu'thi•• (alfiyah ini mengungguli alfiayahnya ibnu mu'thi) -ibnu mu'thi adalah guru yang mendidik dan mengajar beliau- .
Ibnu malik menambahkan sepenggal syair ini:
فائقة منها بألف بيت ....
••Fa'iqatan minha bi alfi baiti••
"Alfiyah ini mengungguli alfiyahnya ibnu mu'thi dengan seribuan bait syairnya" ...
Baru menuliskan separoh bait syair ini, ibnu malik kemudian terdiam tak mampu meneruskannya lagi sampai beberapa hari.
Kemudian saat beliau tidur, beliau bermimpi bertemu seorang laki-laki.
Laki-laki itu berkata:
"Aku dengar-dengar.. Engkau menyusun alfiyah yang membahas nahwu"
Ibnu malik menjawab:
"Ya, benar"
Laki-laki itu bertanya:
"Sudah sampai mana..?"
Ibnu malik menjawab:
"Sudah sampai:
فائقة منها بألف بيت ....
••Fa'iqatan minha bi alfi baiti••
"Alfiyah ini mengungguli alfiyahnya ibnu mu'thi dengan seribuan bait syairnya" ... "
Laki-laki itu bertanya lagi:
"Apa yang menghalangimu untuk menyempurnakan bait syair ini..?"
Ibnu malik menjawab:
"Aku tak mampu meneruskannya lagi semenjak beberapa hari lalu"
Laki-laki itu lantas memberi tawaran:
"Apakah kau ingin menyempurnakannya..?"
"Ya.." jawab ibnu malik
Kemudian Laki-laki itu mengucapkan terusan dari setengah bait syair yang tak mampu diselesaikan oleh ibnu malik:
" -ini terusannya-
••• والحي قد يغلب ألف ميت
••Wal-hayyu qad yaghlibu alfa mayyiti••
"Orang yang masih hidup memang bisa mengalahkan seribu mayat" "
Ibnu malik langsung tersentak mendengar terusan bait syair yang diucakan laki-laki tersebut.
Ibnu malik lalu berucap:
"Jangan-jangan... Engkau adalah ibnu mu'thi (guruku)"
Laki-laki tersebut menjawab: "iya.. Benar.."
Seketika ibnu malik merasa sangat malu pada ibnu mu'thi yaitu sang guru yang sekian lama mengajar dan mendidiknya.
Setelah pagi tiba, ibnu malik membuang bait syair ini:
فائقة منها بألف بيت ....
••Fa'iqatan minha bi alfi baiti••
"Alfiyah ini mengungguli alfiyahnya ibnu mu'thi dengan seribuan bait syairnya" ... "
Lalu menggantinya dengan bait syair:
وهو بسبق حائز تفضيلا ••• مستوجب ثنائي الجميلا
"Beliau (ibnu mu'thi) ialah orang yang memperoleh pengutamaan karena beliau lebih dulu,
Beliau senantiasa berhak atas pujianku yang indah"
Wallahu A'lam
Share:

Macam-macam Jual Beli dalam Istilah Fiqh

salam sejahtera rakan..

kali ini Gudang Isi akan berbagi tentang macam-macam jual beli dalam istilah fiqh.
www.tintaguru.com


1. Bai'u Mu'athah : Transaksi jual beli tanpa menggunakan ijab qabul atau ada ijab qabul tetapi dari satu pihak saja. Transaksi tersebut harus disertai qarinah ( indikasi )
-
2. Bai'u Istijrar : Transaksi jual beli dengan sistem pembeli mengambil barang sedikit demi sedikit dalam beberapa waktu, sedangkan barang yang diambil pembeli sudah ditentukan harganya oleh penjual atau setidak-tidaknya sudah diketahui harganya oleh kedua belah pihak
-
3. Bai'u 'Arabun : Transaksi jual beli dengan sistem pembeli memberikan persekot (uang muka) dengan perjanjian bila tidak jadi maka hilang persekotnya, akad ini sah bila perjanjiannya tidak disebut dalam akad
-
4. Bai'u Murabahah : Menjual barang dengan harga yang lebih tinggi dari harga pembelian
-
5. Bai'u Muhathah : Menjual barang dengan harga yang lebih rendah dari harga pembelian
-
6. Bai'u 'Uhdah : Transaksi dengan kesepakatan kedua belah pihak bahwa bila penjual menarik kembali Mabi'nya maka pembeli mengembalikan Tsamannya
-
7. Bai'u 'Araya : Menjual anggur atau kurma yang masih diatas pohon dengan anggur atau kurma yang kering
-
8. Bai'u Dain bi Dain : Menjual tanggungan dengan tanggungan (Mabi' berupa tanggungan dan Tsaman berupa tanggungan). Bentuk transaksi ini hukumnya tidak sah kecuali dengan akad Hawalah
-
9. Bai'u Jazaf : Menjual barang tanpa ditakar dan ditimbang (borongan)
-
10. Bai'u Mushadarah : Menjual sebagian hartanya dengan sangat terpaksa untuk memenuhi tuntutan pemeras. Akad ini hukumnya sah.
Share:

Sunday, May 22, 2016

7 Ilmuwan Islam yang Fenomenal

Salam sejahtera rakan..

Ini dia 7 Ilmuwan muslim yang fenomenal versi Gudang Isi :

1. Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi

beritahati.com
    Beliau adalah ahli Matematika, Astronomi, Astrologi dan Geografi asal Persia. Lahir sekitar tahun 780 di khawarizm (khiva, Uzbekistan) dan wafat kira-kira pada tahun 850 di baghdad. Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi bekerja sebagai dosen di sekolah kehormatan di baghdad.

     Al-jabar adalah buku pertamanya yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. maka dari itu ia dijuluki bapak al-jabar. dari tranlasi bahasa latin yang berasal dari aritmatika beliau yang memperkenalkan angka india, kemudian dipromosikan sebagai penomoran posisi desimal di dunia barat pada abad ke-12. beliau merubah atau merevisi geografi ptolemeus mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.
 Karya :   1. Kitab I- Aljabar
                2. Kitab II- Dixit Algorizmi
                3. Kitab III- Rekontruksi Planetarium
                4. Kitab IV- Astronomi
                5. Kitab V- Kalender Yahudi, dll

2. Ibnu Sina
newsmedia.co.id
      Avicenna begitulah namanya disebut di dunia barat sebagai filsuf, dokter dan juga ilmuwan. Ibnu Sina lahir di Persia (Uzbekistan). Beliau produktif di bagian filosofi dan pengobatan.

         Ibnu Sina (Abu Ali Al-husayn bin Abdullah bin Sina) lebih dikenal sebagai Bapak Pengobatan Modern. Beliau lahir pada tahun 980 di afsyahnah dekat Bukhara dan meninggal pada tahun 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

          Dia telah mengarang 450 karangan pokok bahasan besar, dan diantaranya memusatkan pada kedokteran dan filosofi. Bagi George Sarton, Ibnu Sina adalah "Ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu paling terkenal dalam semua bidang, tempat, dan waktu".
Karya :       1. Qanun fi Tib (canon of medicine)
                  2. Asy-syifa (18 jilid ttg berbagai macam pengetahuan)
                  3. An-najat
         

3. Al-Battani
en.wikipedia.org
      Al-Battani (858-929) lahir di Harran dekat Urfa (Turkey), dikenal sebagai Albatenius. Lebih dikenal sebagai ahli astronomi dan ahli matematika dari timur tengah. Nama lengkap Al-battani adalah Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir ibn Sinan Ar-raqqi Al-harrani As-sabi Al-battani.

         Al-Battani bekerja di Ar-raqqah, Damaskus, Suriah. Salah satu pencapaiannya adalah tentang penentuan tahun Matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit, 24 detik, menemukan sejumlah persamaan trigonometri, memecahkan persamaan sin x = a cos x , dan juga menggunakan gagasan al-marwazi tentang tangen dalam mengembangkan persamaan-persamaan untuk menghitung tangen. 



4. Ibnu Rusyd
readone111.wordpress.com
     Lahir di Marrakesh Maroko pada tahun 1126, dikenal dengan sebutan Averroes, seorang filsuf dari Andalusia (Spanyol). Ibnu Rusyd wafat pada tanggal 10 Desember 1198. Dia mendalami banyak ilmu seperti kedokteran, hukum, matematika dan filsafat. Dia juga mendalami filsafat Ibnu Ja'far Harun dan Ibnu Baja.

        Semasa hidupnya Ibnu Rusyd diberikan untuk mengabdi sebagai Qadi (hakim) dan fisikawan. Dia dikenal sebagai komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi filsafat kristen didunia barat termasuk St. Thomas Aquinas. Banyak yang datang berkonsultasi masalah kedokteran dan masalah hukum bersama Ibnu Rusyd. Karyanya meliputi bidang kedokteran, filsafat dan fiqh.
Karya:  1. Bidayat Al-Mujtahid
            2. Kulliyaat fi At-tib (Kuliah Kedokteran)
            3. Fasl Al-Maqal fi Ma Bain Al-Hikmat Wa Asy-Syari'at

5. Ibnu Batutah
study.mykomica.org
      Nama lbnu Batutah : Abu Abdullah Muhammad bin Batutah, lahir di Tangier, Maroko sekitar tahun 1304 adan 1307, dikenal sebagai soerang pengembara Berber Maroko. Sultan Maroko mendukung Ibnu Batutah mendiktekan beberapa perjalanan pentingnya kepada seorang sarjana yang bernama Ibnu Juzay bertemu saat sedang berada di Siberia.

       Ibnu Batutah berangkat Haji pada usia sekitar 20 tahun, setelah selesai dia melanjutkan perjalanannya hingga melintasi 120.000 sepanjang dunia Muslim sekitar 44 negara Modern.


6. Abu Bakar Muhammad bin Zakaria Ar-Razi
jumrah.com
     Lahir di Tehran pada tahun 864-930. semasa hidupnya beliau meneliti tentang penyakit seperti demam, cacar, alergi dan asma. selain itu Ar-Razi merupakan orang pertama yang menulis tentang imunologi dan alergi.

       Dunia barat mengenalnya dengan nama Rhazes yaitu seorang pakar sains yang berasal dari Iran. sejak mudah Ar-Razi telah mempelajari Ilmu Filsafat, Kesusastaraan, Kimia, dan Matematika. Di bidang kedokteran beliau berguru pada Hunayn bin Ishaq di Baghdad, namun setelah dewasa Ar-Razi ditunjuk sebagai pemimpin sebuah Rumah Sakit di Rayy dan Muqtadari (Baghdad) dan telah dibuktikan dengan catatannya tentang penyakit cacar.

      Pada salah satu tulisannya menjelaskan bahwa penyakit Rhinitis bisa terjangkit apabila mencium bunga mawar di musim panas. Pada bidang farmasi beliau berkontribusi membuat peralatan medis seperti tabung, spatula dan mortar selain itu beliau juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.

7. Ibnu Haitham
aliabdussalam.wordpress.com
     Ibnu Haitham lahir di Basrah pada tahun sekitar 965 kemudian tinggal di Cairo, Mesir hingga akhir hayatnya pada tahun 1039. Beliau lebih dikenal dengan nama Alhazen sebagai seorang peneliti tentang sifat cahaya dan juga ahli di bidang ilmu falak, sains, matematika, pengobatan, filsafat, dan geometri.

       Ibnu Hitham pernah di angkat sebagai pegawai pemerintahan di tanah kelahirannya dikarenakan beliau sangat mencintai ilmu pengetahuan. Setelah beberapa lama bekerja di pemerintahan beliau kemudian hijrah ke ahwaz dan mesir dan dalam perjalanan dia dapat menghasilkan beberapa karya tulis yang sangat fenomenal tentang matematika dan falak, tujuannya ialah agar mendapat uang cadangan dalam menempuh perjalanan ke Universitas Al-Azhar.
       Ibnu Haitham sangat mahir di bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafah. Teorinya tentang pengobatan mata masih digunakan hingga saat ini di berbagai universitas seluruh dunia. Ilmuawan-ilmuwan eropa banyak menggunakan penenmuan Ibnu Haitham sebagai pendalaman ilmu yang mempelajari sifat cahaya dan beberapa ilmuwan eropa terinspirasi dari Ibnu Haitham dalam menciptakan Teleskop dan Mikroskop.



itulah 7 ilmuwan fenomenal versi Gudang Isi. terima kasih
Share:

Translate

Muhammad Maulana & Rifqi Fuadi. Powered by Blogger.